PENTINGNYA SILATURAHIM

On Sabtu, 02 Oktober 2010 0 komentar

ada sebuah cerita, entah cerita ini adalah fiktif atau sebuah relita yang jelas cerita ini layak kita mengambil i'tibar kepadanya.
di sebuah kampung terdapat seorang yang setengah baya. orang tersebut bernama pak Hadi. pak hadi adalah seorang yang ahli ibadah, dia sangat kuat beribadah kepada Allah, shalat wajibnya tidak pernah bolong dia juga rajin shalat tahajjud, disamping itu puasa sunnatnya juga gencar.
suatu ketika kampung pak hadi dilanda banjir bandang sampai semua warga kampung meninggalkan kampungnya, mereka mengungsi menyelamatkan diri.
ketika lewat di depan rumanya pak hadi para warga kampung memanggil pak hadi "pak hadi........! mari kita pergi mengungsi karena banjir semakin besar, namun pak hadi menjawab "pergilah kalian selamtkan dirimu karena saya sedang menunggu pertolongan Allah". pak hadi sangat yakin ditolong oleh Allah karena ia adalah ahli ibada.
lama kemudian banjir semakin besar, datang lagi tim SAR melalui helikopternya, menurunkan tali kepada pak Hadi, tim SAR berkata : "pak hadi.........! peganglah pada tali ini saya akan menarik kamu naik ke helikopter". namun jawaban pak hadi masih sama, "Selamatkan saja yang lain karena saya sedang menunggu pertolongan ALLah".
akhirnya banjir semakin besar, rumah pak hadi pun terseret banjir. ketika pak hadi ikut terseret banjir dia berteriak "yaa..Allah kenapa kamu mematikan saya seperti orang durhaka dan orang kafir padahal saya adalah hamba-Mu yang sangat taat beribadah kepadamu. pada saat itu pak hadi mendengarkan suara gaib yang mengatakan " saya suadah dua kali datang menolongmu, pertama saya bersama orang kampung dan yang kedua saya bersama tim SAR, namun kamu tidak mempedulikannya."
kesimpulan yang bisa kita petik dari cerita ini bahwa Allah tidak mungkin turun dengan wujudnya menolong hamba-Nya, akan tetapi pertolongan Allah melalui sesama manusia.
jadi apabila ada orang yang banyak memutuskan siaturahim dengan sesamanya maka berputus pulalah pertolongan Allah pada kita.oleh karena itu marilah senantiasa mempererat silaturahim, sambung yang putus, luruskan yang bengkok, dan leraikan yang kusut.

0 komentar:

Poskan Komentar